Logical Framework

 

Narrative Summary

Asumsi dan Resiko

Indikator Verifikasi Sasaran Tujuan

Metode Verifikasi

Goals

Mewujudkan kemajuan pengembangan wilayah Desa Timbulsloko melalui  pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kualitas lingkungan melalui konsep Public Private Community Partnership (PPCP) pada tahun 2033 Asumsi:

ü  Pengkoordinasian masyarakat dalam pengelolaan lingkungan belum tentu mudah dilakukan

ü  Sungai menjadi bersih dan jernih sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan

ü  Sebagian kecil masyarakat tetap membuang sampah di saluran drainase dan sungai

Resiko:

ü  Hanya sedikit masyarakat yang berminat dan terampil dalam mengelola hasil laut

ü  Hanya sedikit masyarakat yang memanfaatkan TPS secara optimal

ü  Tercapai apabila terdapat kerjasama yang baik antara masyarakat, pemerintah serta swasta dalam pencapaian goals.

ü  Tercapai apabila selalu diadakannya monitoring dan evaluasi dalam setiap tahap pembangunan

ü  Bappeda Kab. Demak

ü  Dinas Pariwisata

ü  Departemen Kehutanan

ü  Departemen Sosial

ü  Dinas Perikanan  dan Kelautan

ü  Swasta (developer)

ü  Masyarakat Desa Timbulsloko

Purpose

Meningkatkan perekonomian  Desa Timbulsloko melalui pemberdayaan masyarakat serta peningkatan kualitas lingkungan pesisir melalui pelatihan keterampilan pengolahan hasil tambak dan pemanfaatan limbah hasil tambak

 

Asumsi:

ü  Produktivitas masyarakat Desa Timbulsloko meningkat

ü  Dibutuhkan program pelatihan keterampilan dalam mengolah hasil tambak bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan perekonomiannya

ü  Dibutuhkan tenaga ahli dalam pelaksanaan program pelatihan keterampilan masyarakat dalam pengolahan hasil dan limbah tambak

Resiko:

ü  Masih kurangnya tenaga ahli dalam program pelatihan pengolahan hasil tambak

ü  Tercapai apabila terserapnya 80 %  penduduk tidak bekerja Timbulsloko sebagai pekerja di kawasan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat serta dalam pelatihan ketrampilan pengelolaan hasil dan limbah tambak

 

 

ü  Bappeda Kab. Demak

ü  Dinas Pariwisata

ü  Departemen Kehutanan

ü  Departemen Sosial

ü  Dinas Perikanan  dan Kelautan

ü  Swasta (developer)

ü  Masyarakat Desa Timbulsloko

Output

ü  Membangun Sloko Innovation center sebagai pusat pengolahan hasil tambak dan pusat kegiatan pemberdayaan masyarakat

ü  Membangun Sloko Fishing Experience sebagai pusat wisata pemancingan yang dapat menyerap tenaga kerja

ü  Menambah Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta penanaman mangrove di Desa Timbulsloko

ü  Memperbaiki sarana dan prasarana permukiman bagi masyarakat Desa Timbulsloko

ü  Membangun sarana dan prasana untuk mendukung sektor pariwisata di Desa Timbulsloko

Asumsi:

ü  Masyarakat mendapatkan keterampilan dalam mengolah hasil tambak di Sloko Innovation center sehingga dapat meningkatkan perekonomiannya

ü  Adanya relokasi permukiman masyarakat untuk pembangunan Sloko Innovation center

ü  Penambahan RTH dan penanaman mangrove dapat meningkatkan kualitas lingkungan karena membantu mencegah terjadinya abrasi

Resiko:

ü  Masih terdapat masyarakat yang belum memiliki keterampilan dalam pengolahan hasil tambak

 

ü  Penanaman mangrove di sepanjang sungai dapat terlaksana jika dilakukan secara bertahap dan berkesinambungan

ü  Program pelatihan keterampilan pengolahan hasil tambak dapat tercapai dengan mengadakan kerjasama dengan pihak pemerintah (dinas kelautan, serta dinas perindustrian dan perdagangan) dan juga dengan pihak swasta

ü  Bappeda Kab. Demak

ü  Dinas Pariwisata

ü  Departemen Kehutanan

ü  Departemen Sosial

ü  Dinas Perikanan  dan Kelautan

ü  Swasta (developer)

ü  Masyarakat Desa Timbulsloko

Input

ü Lahan seluas 20 ha untuk pengembangan Desa Wisata Timbulsloko

ü Pembiayaan untuk pembangunan Desa Wisata Timbulsloko

ü Kerjasama yang baik antara pemerintah, pihak swasta (developer) dan masyarakat Desa Timbulsloko untuk mewujudkan pemberdayaan masyarakat

ü Pembinaan tentang inovasi pengelolaan hasil tambak  masyarakat Desa Timbulsloko

ü Pembinaan tentang pengelolaan pemancingan bagi  masyarakat Desa Timbulsloko oleh pemerintah

ü Vegetasi, baik tanaman khas pesisir dan mangrove

 

Asumsi:

ü  Masih tersedianya lahan seluas 20 ha di Desa Timbulsloko karena kepadatan penduduk cukup rendah

Resiko:

ü  Proses pembinaan masyarakat tentang inovasi pengelolaan hasil tambak dan pemancingan yang membutuhkan waktu

ü  Terdapat kemungkinan sedikitnya keterlibatan masyarakat Desa Timbulsloko dalam  kegiatan pemberdayaan masyarakat

 

ü  Pembinaan masyarakat Desa Timbulsloko mengenai inovasi pengelolaan hasil tambak dapat terwujud apabila adanya koordinasi yang baik, dari masyarakat, pemerintah (dinas terkait) serta dari pihak swasta

 

ü  Bappeda Kab. Demak

ü  Dinas Pariwisata

ü  Departemen Kehutanan

ü  Departemen Sosial

ü  Dinas Perikanan  dan Kelautan

ü  Swasta (developer)

ü  Masyarakat Desa Timbulsloko

Categories: Uncategorized | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: